Kamis, 15 November 2012

Biologi Fungsi peroksisom dan glioksisom


Fungsi peroksisom n glioksisom
Peroksisom adalah kantong yang memiliki membran tunggal. Peroksisom berisi berbagai enzim dan yang paling khas ialah enzim katalase. Katalase berfungsi mengkatalisis perombakan hydrogen peroksida (H2O2). Hidrogen peroksida merupakan produk metabolism sel yang berpotensi membahayakan sel. Peroksisom juga berperan dalam perubahan lemak menjadi karbohidrat.Peroksisom terdapat pada sel tumbuhan dan sel hewan. Pada hewan, peroksisom banyak terdapat di hati dan ginjal, sedang pada tumbuhan peroksisom terdapat dalam berbagai tipe sel.
Peroksisom dianggap sebagai organel primitif yang melakukan semua metabolisme oksigen di dalam sel eukariota tipe awal. Produksi oksigen oleh bakteri fotosintetik akan terakumulasi di atmosfer. Hal ini menyebabkan oksigen menjadi toksik bagi sebagian sel. Peroksisom berperan menurunkan oksigen dalam sel dan melakukan reaksi oksidatif.
    
PEROKSISOM/BADAN MIKRO adalah hasil asosiasi peroksisom dan glioksisom yang memiliki struktur serupa dengan lisosom. Peroksisom banyak terdapat dalam sel parenkim hati dan sel tubulus kontortus proksimal ginjal. Fungsi peroksisom adalah menghasilkan enzim katalase yang berfungsi menguraikan peroksida hydrogen sebagai hasil samping fotorespirasi yang sangat toksik untuk sel, menjadi H20 dan 02 , merubah lemak menjadi karbohidrat, dan perubahan senyawa purin dalam sel.

Mikrofilamen dn mikrotubulus
1.       Mikrofilamen atau filamen aktin
Mikrofilamen adalah rantai ganda protein yang saling bertaut dan tipis, terdiri dari protein yang disebut aktin. Mikrofilamen berdiameter antara 5-6 nm. Karena kecilnya sehingga pengamatannya harus menggunakan mikroskop elektron.
Mikrofilamen seperti mikrotubulus (pengertian mikrotubulus dibawah), tetapi lebih lembut. Terbentuk dari komponen utamanya yaitu protein aktin dan miosin (seperti pada otot). Mikrofilamen berperan dalam pergerakan sel k. dan peroksisom (Badan Mikro). Organel ini senantiasa berasosiasi dengan organel lain, dan banyak mengandung enzim oksidase dan katalase (banyak disimpan dalam sel-sel hati).
2.       Mikrotubulus
Mikrotubulus berbentuk benang silindris, kaku, berfungsi untuk mempertahankan bentuk sel dan sebagai “rangka sel”. Contoh organel ini antara lain benang-benang gelembung pembelahan. Selain itu mikrotubulus berguna dalam pembentukan sentriol, flagela dan silia.
Sentriol berbentuk silindris dan disusun oleh mikrotubulus yang sangat teratur. Pada saat membelah, sentriol akan membentuk benang-benang gelendong inti. Silia dan flagella merupakan tonjolan yang dapat bergerak bebas dan dijulurkan.
Pengertian lain, mikrotubulus adalah rantai protein yang berbentuk spiral. Spiral ini membentuk tabung berlubang. Mikrotubulus tersusun atas bola-bola molekul yang disebut tubulin. Diameter mikrotubulus kira-kira 25 nm. Mikrotubulus merupakan serabut penyusun sitoskeleton terbesar.
Mikrotubulus mempunyai fungsi mengarahkan gerakan komponen-komponen sel, mempertahankan bentuk sel, serta membantu pembelahan sel secara mitosis.
Macam plastida
1. Kromoplas
kromoplas adalah plastida yang bertugas mengintensis dan menyimpan pigmen merah, jingga, atau kuning. Kromoplas terdapat antara lain pada buah tomat dan wortel.
2. Leukoplas
Leukoplas adalah plastida yang tidak mengandung pigmen warna. Leukoplas terdapat dalam sel jaringan tumbuhan yang biasanya tidak terkena cahaya. Leukoplas terdapat pada sel-sel embrional, empulur batang, dan bagian tumbuhan di dalam tanah yang berwarna putih.
3. Amiloplas
Amiloplas tidak mengandung pigmen dan berfungsi dalam penyimpanan amilium. Amiloplas banyak di temukan di jaringan penyimpanan pada beberapa tanaman, misalnya pada tumbuhan umbi kentang.
4. Kloroplas
Kloroplas adalah plastida yang mengandung klorofil. Kloroplas hanya dijumpai pada sel autotrof yang eukariotik. Jadi, Kloroplas dimiliki oleh sel-sel yang berklorofil, misalnya alga, lumut, tumbuhan paku, dan tumbuhan berbunga.

vakuola
 
Fungsi dari vakuola :
1. memelihara tekanan osmotik sel
2. penyimpanan hasil sintesa berupa glikogen, fenol, dll
3. mengadakan sirkulasi zat dalam sel


Sentriol’
Hal ini memainkan peran penting pada saat pembelahan sel. Pada saat pembelahan sel, mereka meniru membentuk dua centrosomes, masing-masing dengan dua sentriol. Kedua centrosomes kemudian bergerak dalam arah yang berlawanan menuju ujung-ujung inti. Dari Sentrosom masing-masing, beberapa thread seperti mikrotubulus muncul, yang dikenal sebagai spindle spindle atau mitosis. Selama pembelahan sel, sel tua tunggal membagi diri menjadi dua sel anak, dan poros bertanggung jawab untuk memisahkan atau menarik kromosom direplikasi ke sel anak dua. Jadi, mereka membantu dalam organisasi gelendong mitosis, serta penyelesaian sitokinesis.

Mereka sebagai bagian dari Sentrosom juga memainkan peran penting dalam organisasi seluler, terutama dalam mengorganisir mikrotubulus dalam sitoplasma dan pengaturan tata ruang dari sel. Bahkan posisi inti ditentukan oleh posisi sentriol. The sentriol ibu (yang sentriol asli atau lebih tua, dari mana sentriol baru berkembang selama pembelahan sel) menentukan posisi silia dan flagela dalam organisme dengan organel. Bahkan, sentriol ibu menjadi tubuh basal dalam organisme. Sebuah kegagalan sel untuk membuat silia dan flagela fungsional dengan bantuan sentriol telah ditemukan terkait dengan penyakit perkembangan dan genetik beberapa. Selama perkembangan mamalia, orientasi yang tepat dari silia melalui posisi sentriol menuju posterior sel simpul embrio dianggap sebagai cukup penting untuk pembentukan asimetri kiri kanan.

Mereka mengambil bagian dalam beberapa fungsi penting seperti, organisasi mikrotubulus dan pembentukan silia dan flagella. Hal ini juga terlibat dalam menentukan posisi inti. Sebelumnya, ia berpikir bahwa sentriol sangat penting untuk pembentukan gelendong mitosis. Tapi eksperimen terbaru dalam hal ini telah mengungkapkan bahwa sel-sel yang sentriol telah dihapus juga bisa maju melalui tahap G1 antar-fase (tahap di mana sel tumbuh dan meningkatkan massa untuk mempersiapkan pembelahan sel, sebelum sintesis DNA) sebelum kedua yang sentriol dapat disintesis. Bahkan lalat mutan tanpa sentriol dapat ditemukan untuk berkembang secara normal. Namun, lalat dewasa tersebut tidak bisa mengembangkan silia dan flagela, yang sekali lagi menekankan pentingnya sentriol dalam pembentukan organel.


Nukleus

Fungsi Nukleus
Nukleus memiliki arti penting bagi sel. Fungsi nukleus sebagai berikut:
1. Mengendalikan seluruh kegiatan sel, misalnya metabolisme.
2. Mengeluarkan RNA dan unit ribosom dari inti ke sitoplasma.
3. Mengatur pembelahan sel.
4. Membawa informasi genetik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar